Saturday, April 04, 2015

MAKALAH PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1 - PEMERIKSAAN KAS DAN SETARA KAS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Kehidupan sebuah entitas, baik entitas yang berorientasi pada laba (profit) maupun non-laba (profit), tidak dapat dipisahkan dari kas. Di dalam suatu perusahaan, kas adalah suatu elemen penting dalam aktivitas operasional, investasi, maupun pendanaan perusahaan tersebut. Jika suatu perusahaan mengalami kesulitan likuiditas atau ketersediaan kas, maka kehidupan perusahaan tersebut akan terganggu. Di samping itu, kas adalah aset perusahaan yang paling mudah untuk diselewengkan dikarenakan sifatnya yang sangat likuid dan bebas dipergunakan kapanpun untuk semua kegiatan perusahaan.

            Menurut L. Suparwoto (1990:70), untuk menghindari terjadinya berbagai macam penyelewengan terhadap kas, maka diperlukan adanya sistem pengendalian (pengawasan) yang cukup terhadap kas. Sistem pengendalian intern (SPI) yang baik akan mengurangi potensi penyelewengan terhadap kas perusahaan. Contoh metode klasik dalam penerapan SPI terhadap kas, yaitu penggunaan sistem voucher, pemisahan tanggung jawab antara pencatat dan pemegang kas, dan pemberian cuti untuk menghindari fraud.

            Pemeriksaan pada kas dan setara kas menjadi salah fokus utama auditor dalam tugasnya melakukan audit kepada perusahaan/entitas non-laba. Apabila auditor tidak mendapatkan temuan-temuan yang janggal pada saat pemeriksaan kas dan setara kas dan penilaian yang baik terhadap pengendalian internal kas perusahaan, auditor akan lebih mudah untuk melanjutkan pemeriksaan pada elemen neraca perusahaan yang lainnya. Sebaliknya, jika auditor menilai bahwa pengendalian internal terhadap kas perusahaan tidak berjalan dengan baik, auditor akan melakukan uji substantif secara intensif terhadap kas perusahaan.

            Pemaparan singkat di atas melatarbelakangi tim penyusun untuk menyusun makalah berjudul “Pemeriksaan Kas dan Setara Kas”. Judul tersebut diambil dari judul pada bab 9 (sembilan) materi mata kuliah Pemeriksaan Akuntansi 1.
           
           
           




B. Topik Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, tim penyusun membuat topik permasalahan terkait makalah “Pemeriksaan Kas dan Setara Kas” sebagai berikut:
a.   Apakah pengertian dari kas dan setara kas?
b.   Bagaimanakah sifat kas dan setara kas?
c.   Apa saja contoh kas dan setara kas?
d.   Apa saja tujuan pemeriksaan (audit objective) kas dan setara kas?
e.   Apa saja prosedur pada pemeriksaan kas dan setara kas?

C. Tujuan Penulisan
       Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memperluas pemahaman pembaca terkait definisi dan proses pemeriksaan kas dan setara kas. Tim penyusun mengharapkan pembahasan dalam makalah dapat bermanfaat dalam praktek pemeriksaan terhadap kas dan setara kas yang ada saat ini.
























BAB II
PEMBAHASAN
  
A.     Pengertian Kas dan Setara Kas
       Definisi kas & setara kas adalah sebagai berikut:
a.                  Menurut SAK 1994:
·      Kas adaah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan.
·      Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas guna membiayai kegiatan umum perusahaan.
b.    Menurut SAK ETAP (IAI, 2009 : 28)
Bahwa Setara Kas adalah investasi jangka pendek dan sangat likwid yang dimiliki             untuk memenuhi komitmen jangka pendek dan bukan untuk tujuan investasi dan lainnya.
c.    Menurut PSAK No.2 hal. 2.2 dan 2.3 (IAI:2002)
·      Kas terdiri dari Saldo Kas (Cash On Hand) dan Rekening Giro
·      Setara Kas (Cash Equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid,        berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah          tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan.

B.     Sifat dan Contoh Kas dan Setara Kas
            Sifat kas dan setara kas yaitu :
a.    Merupakan harta lancar perusahaan yang sangat menarik dan mudah diselewengkan.
Kas merupakan aktiva yang paling lancar dalam arti istilah kas sehari-hari dapat disamakan dengan uang tunai yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah. Persediaan kas yang cukup maka perusahaan akan beroperasi dengan lancar terutama dalam kegiatan pengeluaran kas yang meliputi pembelian barang dan jasa, memiliki harta, membayar hutang, membiayai operasi serta kegiatan-kegiatan lainnya.

b.    Banyak transaksi perusahaan yang menyangkut penerimaan dan pengeluaran kas.
Kas dapat dikatakan merupakan satu-satunya pos yang paling penting dalam neraca. Karena berlaku sebagai alat tukar dalam perekonomian kita, kas terlihat secara langsung atau tidak langsung dalam hampir semua transaksi usaha.



            Contoh kas:
1.            Kas Kecil [rupiah/asing],
2.            Saldo rekening giro di Bank [rupiah/asing],
3.            Bon sementara (IOU),
4.            Bon kas kecil yang belum direimbursed,
5.            Cek tunai yang akan di depositokan.

            Contoh bukan kas:
1.    Deposito Berjangka (Time Deposit) yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan,
2.    Check mundur dan check kosong,
3.    Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund),
4.    Rekening giro yang tidak dapat segera digunakan baik didalam maupun diluar negeri.

            Setara kas adalah investasi yang sifatnya likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Pada umumnya, hanya investasi dengan jatuh tempo asli tiga bulan atau kurang yang memenuhi syarat sebagai setara kas.

            Persyaratan Setara Kas:
1.    Investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahui (jatuh tempo dalam waktu ≤ 3 bulan dari tanggal perolehan) tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan,
2.    Cerukan (Bank Overdraft),
3.    Dapat dicairkan segera dengan bentuk kas,
4.    Jatuh tempo pendek, kecil kemungkinan terjadi perubahan nilai akibat perubahan suku bunga.   

            Contoh setara kas yaitu :
1.    Deposito berjangka,
2.    Sertifikat deposito,
3.    Sertifikat Bank Indonesia,
4.    Comercial Paper,
5.    Sekuritas Utang Pemerintah.

            Contoh bukan setara kas:
1.    Investasi dalam bentuk saham (saham preferen yang dibeli dan akan segera jatuh tempo serta tanggal penebusan/redemption date telah ditentukan),
2.    Surat utang pemerintah yang dibeli 3 tahun lalu tidak dapat jadi setara kas selama 3 bulan menjelang jatuh tempo,
3.    Marketable securities.

C.     Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas memiliki arti penting bagi sebuah perusahaan/entitas, yaitu sebagai elemen yang digunakan dalam menjalankan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Di sisi lain, auditor perlu meyakini diri dalam melakukan pemeriksaan pada sebuah perusahaan/entitas, bahwa pengelolaan kas dan setara pada perusahaan/entitas telah berjalan baik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian yang efektif terhadap kas dan setara kas, serta dalam menentukan luasnya lingkup uji substantif terhadap kas dan setara kas. Berikut adalah tujuan pemeriksaan (audit objectives) kas dan setara kas, antara lain:
1.    Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.
       Beberapa ciri internal control yang baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank :
a.      Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara penerima dan mengeluarkan kas dengan yang melakukan pencatatan,
b.      Adanya otorisasi atas pengeluaran dan penerimaan kas dan bank Pegawai yang membuat rekonsiliasi bank harus berbeda dari pegawai yang mengerjakan buku bank. Rekonsiliasi bank dibuat setiap bulan dan harus ditelaah ( di-review ) oleh kepala Bagian Akuntansi,
c.      Digunakannya imprest fund system untuk mengelola kas kecil,
d.      Penerimaan kas, check, dan giro harus disetor ke bank dalam jumlah seutuhnya ( Intact ) paling lambat keesokan harinya,
e.      Uang kas harus disimpan ditempat yang aman, misalnya di cash box, brankas atau bank,
f.       Uang kas harus dikelola dengan baik, jangan dibiarkan menganggur (idle) atau terlalu banyak disimpan di rekening giro. Jika ada uang kas yang idle sebaiknya disimpan dalam deposito berjangka atau dibelikan surat berharga yang sewaktu – waktu bias diuangkan.
g.      Blanko check dan giro harus disimpan ditempat aman dan harus dihindari penandatanganan check dalam bentuk blanko. Penandatanganan check harus dilampirkan bukti – bukti pendukung yang lengkap,
h.      Sebaiknya  check dan giro ditulis atas nama dan ditandatangani oleh 2 orang untuk menghindari penyalahgunaan
i.       Sebaiknya kasir diasuransikan atau diminta menyerahkan uang jaminan, untuk back up seandainya terjadi kehilangan atau kecurangan yang dilakukan oleh kasir
j.       Digunakan kkwitansi yang bernomor urut tercetak (prenumbered),
k.      Bukti-bukti pendukung dari pengeluaran kas yang sudah dibayar harus di stempel lunas, untuk menghindari kemungkinan untuk dip roses pembayaran dua kali (double payment ).
2.      Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca per tanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki perusahaan (existence). Yang dapat dilakukan dengan melakukan Cash Opname baik pada cash on hand maupun pada cash on bank pada periode audit. Selain itu dapat dilakukan konfirmasi rekening bank yang dimiliki perusahaan dan konfirmasi terhadap investasi pada saham/efek “diperdagangkan” (trading) yang sifatnya jangka pendek jika perusahaan memilikinya.
3.      Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas. Biasanya pembatasan untuk penggunaan saldo kas dan setara kas terjadi pada entitas non-laba, sebagai contoh sebuah yayasan akan menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas sebagai sumbangan terikat jika hadiah atau wakaf itu diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aset tersebut.
4.    Untuk memeriksa, seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI (hasil dari penjumlahan kurs jual penutupan dengan kurs beli penutupan kemudian dibagi 2) pada tanggal neraca (pukul 16.00) dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi komprehensif tahun berjalan.
       Misalkan : Per 31 Desember 2010 perusahaan mempunyai saldo bank sebesar US $ 10.000 yang dibuku besar dicatat dalam rupiah sebesar Rp. 100.000.000,- Misalkan kurs BI per 31 Desember 2010 : kurs jual 1 US $ 9.600,- dan kurs beli 1 US $ 9.400,-.  Maka saldo US $ 10.000 tersebut dikonversikan dalam rupiah dengan menggunakan kurs 1 US $ = 9.500,-. Karena itu harus dibuat adjustment:
       Dr. Rugi selisih kurs                                 Rp. 5.000.000,-
                        Cr. Bank                                                                      Rp. 5.000.000,-
5.    Untuk memeriksa apakah penyajian di neraca sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS) dalam hal penyajian dan pengungkapan (Presentation and Disclosure).
       Menurut SAK :
-     Kas dan setara kas diklasifikasikan sebagai aset lancar (current assets) jika penggunaannya tidak dibatasi (PSAK No. 1),
-     Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagai setara kas hanya jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya (PSAK No. 2),
-     Saldo kredit pada perkiraan bank disajikan pada kelompok kewajiban sebagai kewajiban jangka pendek,
-     Pinjaman bank pada umumnya merupakan aktivitas pendanaan. Namun demikian, cerukan (bank overdraft) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas perusahaan. Dalam keadaan tersebut, cerukan termasuk komponen kas dan setara kas. Karakteristik dari pengaturan perbankan tersebut timbul, flukuasi saldo bank dari positif ke overdraft.
-      
            Tujuan-tujuan di atas menjadi pedoman auditor dalam menentukan prosedur pemeriksaan terhadap kas dan setara sehingga diperoleh kesimpulan dalam menentukan apakah pos kas dan setara kas dalam sebuah perusahaan/entitas dapat dinyatakan wajar atau tidak wajar. Kemudian, hasil dari pemeriksaan kas dan setara kas akan memberikan pertimbangan kepada pemeriksaan pos neraca lainnya ataupun pada laporan laba-rugi, misalnya terdapat ketidakwajaran dalam alur proses penerimaan kas dari penjualan akan membuat auditor lebih concern dalam memeriksa pos piutang dan pendapatan penjualan dari sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan kas adalah bagian dari siklus “dari awal sampai akhir” (cradle-to-grave).

D.     Prosedur Pemeriksaan Kas dan Setara Kas
Menurut pendapat Soekrisno Agoes (2012:169), prosedur pada pemeriksaaan kas dan setara kas mencakup hal-hal sebagai berikut:
1.      Memahami dan mengevaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan kas dan bank. Istilah siklus “dari awal sampai akhir” (cradle-to-grave) membuat auditor sangat menaruh perhatian terhadapa internal control perusahaan/entitas. Internal control questionnaire (ICQ) dapat digunakan sebagai sebuah alat untuk mendapatkan pandangan terhadap internal control perusahaan. Selanjutnya auditor dapat membuat flowchart dan penjelasan narrative sebagai tidak lanjut dari proses tanya jawab kepada klien dengan ICQ tersebut. Hasil pengujian internal control atas kas dan setara kas akan menentukan luasnya lingkup uji substantif yang akan dilakukan auditor. Semakin besar resiko internal control suatu perusahaan, atau dapat dikatakan bahwa internal control perusahaan tersebut tidak berjalan efektif, maka lingkup uji substantif akan diperluas serta bukti audit yang diperlukan kuantitasnya menjadi lebih banyak.
2.      Membuat Top Schedule kas dan setara kas per tanggal neraca (misal per 31-12-2011), atau kalau belum selesai,boleh per 31-10-2011 atau 31-11-2011; penambahan mutasi akan diperiksa kemudian, apakah ada hal-hal yang unusual (di luar kebiasaan) atau tidak. Top Schedule adalah salah satu Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP) yang berfungsi sebagai lembar awal yang menunjukkan hasil pemeriksaan auditor secara umum atau kesimpulan atas pos yang bersangkutan.
3.      Melakukan cash count (perhitungan fisik uang kas)/ kas opname per tanggal neraca, bisa juga sebelum atau sesudah tanggal neraca. Cash count/kas opname selain dapat digunakan pada kas besar perusahaan/entitas, dapat dilakukan juga pada petty cash/kas kecil yang dimiliki perusahaan/entitas tersebut, dengan memperhatikan sistem yang digunakan, yaitu imprest fund system atau fluctuating fund system.
4.      Mengirim konfirmasi atau mendapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname. Hal ini terkait dengan pertimbangan cost-benefit oleh auditor atas saldo kas pada cabang perusahaan yang jauh tidak terlalu besar.
5.      Mengirim konfirmasi untuk seluruh bank yang dimiliki perusahaan. Surat konfirmasi atas saldo kas bank biasanya juga berisi jumlah kredit perusahaan tersebut, pendiskontoan wesel tagih, dan lain-lain.
6.      Meminta rekonsiliasi bank per tanggal neraca (misalkan per 31-12-2011), kalau terpaksa, kalau belum selesai yang Desember, dapat diminta untuk tanggal neraca per 31-11-2011.
7.      Melakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi bank tersebut. Hal ini dilakukan untuk memeriksa rekonsiliasi tersebut serta mengusulkan audit adjustment jika terdapat kesalahan.
8.      Melakukan pengkajian ulang (review) jawaban konfirmasi bank, notulen rapat dan perjanjian kredit untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimiliki perusahaan. Pembatasan dapat terjadi karena pembekuan rekening bank yang dimiliki perusahaan oleh pihak Dirjen Pajak sehubungan dengan permasalahan pajak perusahaan. Selain itu juga terdapat kemungkinan pembatasan yang disebabkan oleh pembentukan “sinking fund” untuk pelunasan obligasi atau ekspansi perusahaan.
9.      Memeriksa interbank transfer (transfer antarbank) ± 1 minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca, untuk mengetahui adanya kitting dengan tujuan window dressing. Kasus kitting dapat terjadi jika perusahaan memiliki lebih dari satu rekening bank dan perusahaan melakukan transfer antarbank namun pencatatan pembukuan terkait mutasi pada salah satu bank belum dilakukan, khususnya mutasi berkurangnya saldo kas bank karena transfer dana. Hal tersebut menimbulkan overstated yang selanjutnya akan menimbulkan window dressing agar laporan keuangan terlihat lebih “cantik”.
10.   Memeriksa transaksi kas sesudah tanggal neraca (subsequent payment dan subsequent collection) sampai mendekati tanggal selesainya pemeriksaan lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kewajaran angka piutang per tanggal neraca atau terdapat unrecorded liabilities (kewajiban yang belum tercatat).
11.   Memeriksa pengakuan dan konversi kas dan setara kas (jika ada) dalam mata uang asing. Konversi kas dalam mata uang asing harus menggunakan kurs tengah BI per tanggal neraca pukul 16.00 dan mencatat selisih kurs yang timbul akibat konversi tersebut.
12.   Memeriksa apakah penyajian kas dan setara kas di neraca dan catatan atas laporan keuangan (CALK), sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS). Menurut SAK ETAP Bab 7 tentang Laporan Arus Kas, Giro yang mengalami overdraft/cerukan bank akibat kelebihan penarikan melebihi saldo pada umumnya termasuk aktivitas pendanaan sejenis dengan pinjaman. Oleh karena itu giro bersaldo kredit perlu direklasifikasi ke dalam pos utang lancar.
13.   Membuat kesimpulan di Top Schedule kas dan setara kas atau memo tersendiri mengenai kewajaran dari cash on hand dan cash on bank, setelah seluruh pekerjaan dalam prosedur pemeriksaan kas dan setara kas pada poin 1 (satu) sampai dengan 12 (dua belas) telah dijalankan. Kesimpulan pada Top Schedule memberikan gambaran menyeluruh terkait hasil pemeriksaan kas dan setara kas perusahaan/entitas. Kewajaran atau ketidakwajaran kas dan setara kas perusahaan/entitas akan menjadi tolok ukur siklus “dari awal sampai akhir” (cradle-to-grave) sudah berjalan baik atau belum bagi perusahaan tersebut. Hal tersebut selanjutnya dapat menjadi masukan dalam management letter KAP kepada manajemen perusahaan.




















BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Kas dan Setara Kas merupakan salah satu aset strategis yang dimiliki sebuah perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap kas dan setara kas menjadi salah satu penilaian penting bagi auditor dalam meyakinkan diri untuk memberikan opini terhadap laporan keuangan perusahaan yang diperiksa. Pengelolaan kas dan setara kas tidak dapat dipisahkan dari struktur pengendalian internal (SPI) yang baik. Semakin baik SPI terkait kas dan setara kas, akan semakin memudahkan auditor dalam memeriksa kas dan setara kas perusahaan sehingga kewajaran kas dan setara kas menjadi hasil yang memuaskan bagi perusahaan.

B.     Saran
              Berdasarkan pembahasan, tim penyusun memberikan saran sebagai berikut:
1.   Perlu adanya  riset atau pembahasan lebih lanjut terkait best practices (praktek terbaik) mutakhir pada pemeriksaan kas dan setara kas yang saat ini digunakan oleh auditor, terutama auditor pada KAP Big Four.

2.   Perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait pemeriksaan kas dan setara kas yang berbasis teknologi informasi.



DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno, 2012, Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik, Edisi ke- 4, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2009, Standar Akuntansi Keuangan, Per 1 Juli 2009, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntan Indonesia, 2009, Standar Akuntansi Keuangan, Per Mei 2009, Jakarta.

Suparwoto, L., 1990, Akuntansi Intermediate 1, UPP AMP YKPN, Jakarta.

_________, 2012, Audit Proses Pendanaan: Kas dan Investasi, [online], (http://zetzu.blogspot.com/2010/12/audit-proses-pendanaan-kas-dan.html, diakses tanggal 2 November 2012).

_________, 2012, Modul Auditing 1, [online], (www.ilab.gunadarma.ac.id/Info/.../Modul%20Auditing1.doc, diakses 2 November 2012).

_________, 2012, Audit Internal, [online], (http://www.scribd.com/doc/19019381/Tugas-Seminar-Auditing, diakses tanggal 2 November 2012).

_________, 2012, Management Letter, [online], (http://fadly-vousaime.blogspot.com, diakses 2 November 2012).

RESOLUSI 2015 - 100 IMPIAN SEPTIAN

RESOLUSI 2015
100 IMPIAN SEPTIAN

1.   Skripsi S-1 kelar April 2015
2.   Makul Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya dapat A
3.   Buat Permohonan Surat Riset Lapangan ke YAI minggu ke 2 Januari 2015
4.   Bab 1 dan 2 Skripsi tanggal 31 Desember 2014 kelar
5.   Beli mobil Avanza Oktober 2015   Etios Valco
6.   Beli rumah di Jl. Ratna 2018
7.   Jalan-jalan ke Bali 2016
8.   Jalan-jalan ke Lombok 2015
9.   Jalan-jalan ke Sydney 2017
10. Punya paspor tahun 2015 (aku, istri, dan Rania)
11. Update Kartu Keluarga jadi ada nama Rania di dalam KK
12.Beli matras buat Rania Januari 2015
13. Melanjutkan S-2 2019
14.Beli emas 10 gram November 2015
15. Buat Deposito BSM 2 juta Maret 2015
16.Skripsi selesai April 2015
17.Skripsi selesai April 2015
18.Skripsi selesai April 2015
19.Skripsi selesai April 2015
20.Skripsi selesai April 2015
21.Skripsi selesai April 2015
22.Skripsi selesai April 2015
23.Skripsi selesai April 2015
24.Skripsi selesai April 2015
25.Skripsi sele sai April 2015
26.Beli mobil SWIFT 2019
27.Beli motor gede (Moge) atau CBR 2020
28.Punya gaji di atas Rp 10 juta per bulan tahun 2016
29.Pindah ke OJK tahun 2016
30.Bisa bawa motor kopling 2015
31.Buka toko perlengkapan bayi 2016
32.Beli TV LED 2015
33.Menjadi nasabah Priority BSM tahun 2017
34.Punya deposito Rp 100 juta tenor 6 bulan diendapkan (2017)
35.Rania bisa kuliah di luar negeri S-1 tahun 2022
36.Rania bisa kuliah di luar negeri S-2 tahun 2026
37.Punya uang Rp 200 juta tahun 2015 untuk DP Rumah
38.Mendirikan Organisasi Sosial Kisto Foundation 2035
39.Mendirikan PT Kisto Corpora tahun 2025
40.Melanjutkan S-2 tahun 2020
41.Mendapatkan gaji di atas Rp 20 juta per bulan tahun 2020
42.Melakukan Qurban kambing untuk Bapak dan Ibu Tangerang tahun 2017
43.Melakukan Qurban kambing untuk Bapak dan Ibu Iis tahun 2018
44.Melakukan Qurban kambing untuk bunda dan Rania tahun 2016
45.Melakukan Qurban kambing untuk Jidan dan Gembul tahun 2019
46.Membuat kontrakan 10 pintu tahun 2021
47.Membuat perpustakaan pribadi tahun 2020
48.Menjadi anggota HIPMI tahun 2026
49.Menjadi anggota APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) tahun 2027
50.Memiliki anak ke-2 tahun 2018
51.Membeli rumah ke-2 tahun 2028
52.Menjadi CEO (Chief Executive Officer) PT United Tractors tahun 2035
53.Membeli jas hujan 30 Desember 2014
54.Membeli Container baju untuk Rania Januari 2015
55.Membuat sebuah buku terbitan tahun 2030
56.Berangkat haji tahun 2035
57.Membuat Asuransi untuk Rania tahun 2017
58.Resign dari BSM saat pindah ke OJK
59.Memiliki aset Rp500 juta tahun 2020
60.Memiliki aset Rp 2 miliar tahun 2030
61.Memiliki aset Rp 5 miliar tahun 2050
62.Membeli sepeda untuk anak tahun 2019
63.Membuat holding company Kisto Group tahun 2030
65.Membeli mesin cuci tahun 2018
66.Menjadi orang terkaya nomor 7 di Indonesia versi Forbes
67.Memberangkatkan haji orangtua dan mertua
68.Rania jadi penghafal Al-Qur’an tahun 2020
69.Memberi makan 50 anak yatim/ yayasan setelah skripsi selesai (nazar)
70.Mendapatkan SIM Motor Wilayah Bekasi Juni 2015
71.Mendapatkan SIM Mobil Wilayah Bekasi Januari 2015
72.Membeli mobil Land Rover tahun 2025
73.Membeli sepatu baru Juni 2015
74.Membeli helm baru Juli 2015
75.Membantu biaya kuliah Jidan 2021
76.Memberi uang ke Bapak Rp 500ribu Februari 2015
Realisasi = Rp 150 ribu di bulan Januari 2015
77.Memberi uang ke Mama Rp 300ribu Maret 2015
Realisasi = Rp 100 ribu di bulan Januari 2015
78.Memberi uang ke Bapak Rp 500ribu Juli 2015
79.Maret 2015 tidak lagi memegang pelaporan LLD
80.Melunasi utang Mama Rp 30 juta tahun 2022
81.Membeli handuk baru Januari 2015
82.Memperbaiki AC kamar Februari 2015
83.Membeli sepatu olahraga Maret 2015
84.Beli emas 10 gram tahun 2016
85.Beli emas 10 gram tahun 2017
86.Beli emas 10 gram tahun 2018
87.Rania sekolah TK di Al-Alaq/AL-Azhar 2019
88.Rania sekolah SD di SD swasta elit tahun 2021
89.Memiliki penghasilan di atas Rp 100 juta per bulan tahun 2025
90.Menjadi donatur tetap sebuah yayasan Islam tahun 2026
91.Menaikkan limit kartu kredit Januari 2015
92.Membelikan bunda baju baru Januari 2015
93.Memberikan wakaf tanah untuk masjid/yayasan Islam tahun 2030
94.Mengajak Rania berenang lagi di Galaxy Februari 2015
95.Melunasi utang kartu kredit menjadi Rp 0,- Juli 2015
96.Bisa memasang gas 3 kg ke kompor gas Februari 2015
97.Punya Deposito Rp 1 miliar di BSM tahun 2027
98.Rania foto studio Februari 2015
99.Donasi 100 Al-Qur’an ke yayasan Islam/pesantren tahun 2019

100.    Khusnul khotimah

Tuesday, January 20, 2015

Bab 2 dan Bab 3

Saatnya menyelesaikan Bab 2 dan Bab 3, no postponing! Jika salah, segera perbaiki!


Wednesday, September 10, 2014

Berhentilah menyalahkan orang lain

Ketika menyalahkan orang lain, permasalahan tidak akan pernah selesai. Namun jika mencoba berani "menyalahkan" diri sendiri dan instrospeksi, solusilah yang akan muncul

Monday, August 18, 2014

Kelahiran Anak Kami, Rania Alma Qaisara

Alhamdulillah telah lahir anak pertama kami (Septian Dwi Purwanto dan Iis Istiqamah) :

Nama: Rania Alma Qaisara
Jenis Kelamin: Perempuan
Berat:  2,7 kg
Panjang: 45 cm
Tempat Tanggal Lahir: Bekasi, 6 Juli 2014

Semoga anak kami menjadi anak yang shalihah, cerdas, dan berbakti kepada orangtua dan nusa bangsa.

Saturday, December 08, 2012

CORMA (Coretan Penuh Makna): Coretan 8 Desember 2012: Menulislah! Apapun Alasan...

CORMA (Coretan Penuh Makna): Coretan 8 Desember 2012: Menulislah! Apapun Alasan...: Menulislah! Sekilas kata seru tersebut sangat provokatif, namun akhirnya dapat patah dengan alasan-alasan yang mungkin dianggap masuk akal....

Coretan 8 Desember 2012: Menulislah! Apapun Alasanmu

Menulislah! Sekilas kata seru tersebut sangat provokatif, namun akhirnya dapat patah dengan alasan-alasan yang mungkin dianggap masuk akal. Alasannya antara lain "mentok", tidak ada ide, malas, tidak ada waktu, sibuk, dan lain sebagainya.

Menulis memang bisa kita anggap sulit, mengapa? Karena memang kita mengizinkan diri kita untuk menganggap menulis itu sulit. Padahal begitu banyak hal-hal yang berserakan di sekitar perlu kita rangkai dalam kata-kata yang mampu untuk dibaca, minimal untuk diri sendiri. Kemudian kita coba untuk sedikit-sedikit menulis tentang apapun yang ada di sekitar kita. Tak perlu muluk-muluk, satu paragraf saja untuk permulaan.

Banyak orang yang menginspirasi dikenal ketika ia menulis gagasan-gagasannya dalam sebuah artikel atau sebuah buku. Contohnya adalah Muhammad Syafii Antonio. Ia adalah seorang praktisi ulang di bidang Ekonomi Syariah, namun beliau ternyata sangat mendalami kisah Rasulullah, bahkan dalam berbagai aspek kehidupan Rasulullah. Akhirnya beliau meluncurkan buku tentang Rasulullah SAW yang berjudul "Muhammad SAW: Super Leader Super Manager".

Dari hal di atas kita dapat melihat bahwa gagasan-gagasan itu perlu juga untuk ditulis, apapun gagasannnya. Dengan menulis kita dapat mengungkapkan apa yang kita baca, rasa, dan ketahui. Selanjutnya menulis akan membuat kita lebih percaya diri dalam berbicara dan berpendapat. Karena dengan kita menulis, khususnya ditambah dengan membaca, maka kosakata di otak kita akan terus bertambah dan ketika kita akan berbicara, secara otomatis otak kita akan melakukan "recall" terhadap memori yang ada di otak kita, termasuk apa yang kita baca dan kita tulis. Pada akhirnya kita akan lancar dalam berbicara dan berpendapat.

Menulislah sekarang, apapun alasanmu, apapun yang akan membuatmu mengurungkan niatmu. Alasan-alasanmu tidaklah lebih penting dibanding dengan tanganmu yang sudah bersiap untuk mengetik tulisanmu sekarang. Happy writing. :)


Tuesday, June 19, 2012

Coretan 19 Juni 2012: Menyederhanakan Rasa

Menyederhanakan rasa, sebuah pembelajaran yang sangat berharga dan wujud keseimbangan (tawazun) dalam hidup ini. Menyederhanakan rasa berarti tidak berlebihan dalam menempatkan hati dan perasaan kita. Rasulullah mengajarkan kita untuk bersabar ketika ditimpa kesusahan dan bersyukur ketika diberikan keberkahan. Mari belajar menyederhanakan rasa. :)

Wednesday, June 13, 2012

Coretan 13 Juni 2012 : Pengendalian Amarah (Anger Management)

Assalamu'alaikum

Suatu hal yang tidak mudah untuk dilakukan,namun membahagiakan jika telah dapat membiasakannya. Hal itu adalah pengendalian amarah (anger management). Butuh kesabaran dan pembelajaran yang terus menerus untuk dapat mengendalikan amarah. Satu hal yang perlu disadari adalah jika kita mampu untuk mengizinkan otak kita berpikir terlebih dahulu sebelum meluapkan amarah kita, maka kita akan mampu mengurungkan amarah kita. Jika kita terlanjur meluapkan amarah kita, maka jika ketika kita dalam keadaan berdiri, maka duduklah, jika kita belum bisa meredakan amarah kita, maka berbaringlah, jika masih belum mereda, maka ambillah wudhu dan sholat 2 rakaat. Amarah dapat diibaratkan api yang dapat membakar hati dan diri kita, maka wudhu dapat memadamkan api tersebut dan membuat hati kita menjadi lebih rileks serta meredakan amarah kita.

Amarah adalah hal yang tidak bisa kita hilangkan, namun dapat kita kendalikan. Amarah ada untuk menguji kita, apakah kita akan memelihara dan mengendalikannya atau mebuatnya tak terkendali? Semoga semua amarah kita dapat dikendalikan dengan rahmat Allah SWT.

Wassalam

Tuesday, June 12, 2012

Coretan 12 Juni 2012: Mengeluh?

Assalamu'alaikum wr.wb.

Terdapat ikatan kuat antara mengeluh dan putus asa. Ketika merasa kurang mampu untuk mengerjakan sesuatu atau tidak puas terhadap suatu keadaaan, maka timbullah perasaan mengeluh. Ketika perasaan tersebut tak bisa lagi diatasi dan semakin memuncak, maka timbullah rasa putus asa. Sebenarnya bersyukur dan bekerja keras lebih indah daripada mengeluh dan berputus asa. Bersyukur dapat diejawantahkan dalam bentuk ibadah wajib kepada Allah, mengucapkan hamdalah atas segala yang telah Dia berikan karena mana mungkin Dia menyia-nyiakan hamba-Nya yang mengingat-Nya, walaupun sedikit. Bekerja keras adalah salah satu tanda eksistensi manusia di dunia. Dengan bekerja keras, kita dapat meraih apa yang kita inginkan, meskipun terkadang yang kita dapatkan adalah yang kita butuhkan. Mengeluh hanyalah sebuah trik untuk menjauhkan kita dari-Nya. Kita tak merasa membutuhkannya lagi. Kita merasa dapat melakukan semua sendiri. Ketika semua tak berjalan sebagaimana mestinya, kita hanya bisa menangisi diri. Maka putus asa datang menghantui. Hidup ini begitu indah ketika kita berhenti membiarkan perasaan mengeluh dan putus asa ke dalam relung hati dan membuat kehidupan kita menjadi lebih buruk.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Monday, June 11, 2012

Coretan 11 Juni 2012: Berdamai dengan Diri Sendiri

Assalamu'alaikum wr. wb. Berdamai dengan diri sendiri adalah hal pertama yang perlu dilakukan sebelum menetapkan dan berusaha mencapai impian kita. Hari-hari yang kita jalani adalah kesempatan untuk terus berdamai dengan diri sendiri. Banyak yang mengatakan bahwa musuh terbesar yang kita hadapi adalah diri kita sendiri. Menaklukkan diri sendiri dapat diartikan dengan mengendalikan diri, emosi, hawa nafsu, kegembiraan yang berlebihan, dan kesedihan yang mendalam. Saat itu pula kita berusaha berdamai dengan diri kita karena kita mampu membuat diri kita dalam kendali. Setelah itu, berfokuslah pada impian kita. Selamat menjalani hari yang cerah dan indah.... Wa'alaikumsalam wr.wb.